RADARSOLO.COM - Rapat koordinasi Satgas MBG Kota Solo yang dihelat di Balai Kota Solo, Kamis (5/11/2025) berlangsung panas. Hal itu dipicu karena adanya laporan yang membuat sertifikat laik higiene sanitasi (SLHS) tak kunjung keluar, meski sudah ada dinyatakan layak.
Rakor sore itu mulai sedikit tegang saat sesi tanya jawab antara satgas MBG dengan pengelola satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG).
Terlebih ketika ada SPPG yang menanyakan SLHS yang tak kunjung keluar, sementara hasil pengujian dan pengecekan lapangan sudah dilakukan oleh dinas terkait.
Wali Kota Solo Respati Ardi langsung meminta dinas kesehatan dan DPMPTSP untuk memberi penjelasan. Sayang OPD terkait justru saling lempar dan membuat wali kota geram. Di waktu bersamaan wali kota meminta agar dinas terkait segera memproses agar SPPG terkait bisa segera beroperasi.
"Ini introspeksi dari DPMPTSP dan dinkes (dinas kesehatan) uncal-uncalan ra genah. Ini jadi catatan lagi, lagi, dan lagi. Saya tunggu sampai Selasa, administrasi kami membereskan semuanya dan DPMPTSP kami minta jemput bola," terangnya.
Dari data yang ada, sampai saat ini sudah ada 10 SLHS yang sudah dikeluarkan Pemerintah Kota Solo, dari banyak SPPG yang sudah mengajukan.
Meski demikian, Respati menegaskan kalau lamanya proses penerbitan SLHS itu tidak selalu karena administrasinya yang lama. Ada juga sejumlah kasus lamanya SLHS itu karena masih ada kendala di SPPG setempat.
"Kami prinsipnya kehati-hatian. Saya cek tadi ada yang memang belum siap, seperti ada bakteri sehingga SLHS tidak dikeluarkan, walaupun mereka menyatakan akan ambil air dari tempat lain. Ini yang kami tidak bisa. Harga mati, kalau sudah benar-benar di situ ada bakteri kita tidak bisa keluarkan SLHS," ucap wali kota.
Pemkot menegaskan bahwa prioritas utama dalam mengawal program makan bergizi gratis (MBG) adalah prinsip kehati-hatian. Karena itu pihaknya akan cukup tegas dalam penerapan standar keamanan pangan.
Hal berbeda berlaku jika semua syarat sudah baik, namun SLHS belum keluar karena kesalahan dinas. Ini akan menjadi catatan keras untuk jajarannya.
"Kalau yang sudah rekomendasi tapi sampai belum keluar dan ada error, itu yang akan kami tindak tegas," tegas Respati.
Salah satu peserta rakor dari SPPG Danukusuman 2, Rizqon menyampaikan keluhannya terkait SPPG yang belum keluar meski rekomendasi dan semua persyaratan sudah dinyatakan baik. Pihaknya berharap SLHS segera keluar agar dapur mereka segera beroperasi.
"Masih menunggu. Sudah diajukan dan dicek dari tanggal 14 bulan lalu (Oktober, Red), semoga keluar (SLHS)," harapnya. (ves/nik)