Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Cerita Kuliner Wali Kota Solo: Dari Menu Wajib Lidah Sapi hingga Rahasia SBY Lahap Kambing Goreng

Tri wahyu Cahyono • Minggu, 26 April 2026 | 16:14 WIB
Wali Kota Solo Respati Ardi menikmati durian di Festival Durian di Neo Solo Grand Mall, Jumat (24/4/2026). (Silvester Kurniawan/Radar Solo)
Wali Kota Solo Respati Ardi menikmati durian di Festival Durian di Neo Solo Grand Mall, Jumat (24/4/2026). (Silvester Kurniawan/Radar Solo)

RADARSOLO.COM – Kota Solo kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu destinasi wisata kuliner unggulan di Indonesia. Ragam kuliner legendaris hingga tempat makan tersembunyi (hidden gem) yang terus bermunculan menjadi magnet kuat bagi wisatawan, termasuk tamu-tamu kenegaraan.

Wali Kota Solo Respati Ardi berbagi pandangannya mengenai potensi besar ini saat berbincang santai di sela pembukaan Festival Durian di Neo Solo Grand Mall, Jumat (24/4). Respati menjelaskan bahwa daya tarik kuliner merupakan kekhasan Solo yang sudah mengakar dan terus bertransformasi.

Baca Juga: Manis Gurih Sweke Nyemek Bu Reso: Legenda Kuliner Klaten Sejak 1965, Memasuki Generasi Ketiga

"Solo ini memang tidak memiliki wisata alam, namun kita sangat kuat di wisata budaya dan ragam kulinernya. Banyak orang datang ke Solo hanya untuk berburu masakan khas yang tidak ditemukan di daerah lain," papar Respati.

Respati memiliki kegemaran kuliner yang tidak berubah sejak masa kecil hingga kini menjabat sebagai kepala daerah. Salah satunya adalah menu perbestikan, seperti Harjo Bestik dan Sumber Bestik.

Baca Juga: Kuliner Malam Wonogiri: Nasi Liwet Bu Wakit Ngadirojo, Pemadam Kelaparan Sejak Era 90-an

"Menu wajib saya adalah lidah sapi dengan taburan bawang goreng yang melimpah. Itu harus ada setiap menikmati bestik," ungkapnya sembari berseloroh.

Selain hidangan populer seperti Nasi Liwet dan aneka soto, ia juga menyoroti kuliner berkuah bening yang mulai naik daun, yakni Sop Sip dan Sop Sareh. Menurutnya, cita rasa sop tersebut menjadi salah satu ikon kuliner unik yang hanya bisa dirasakan di Solo.

Salah satu kekuatan kuliner Solo terletak pada keberadaan hidden gem atau tempat makan yang awalnya belum banyak dikenal. Respati menceritakan pengalamannya saat menjamu Presiden ke-6 Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk mencicipi menu kambing goreng mentega.

Baca Juga: Bukan Sekadar Rasa, Tapi Cerita: Menemukan Jiwa Wonogiri Melalui 12 Kuliner Otentiknya

"Respons Pak SBY luar biasa, beliau makan sangat lahap sampai habis. Setelah kunjungan itu, pemilik warung bercerita kalau penghasilannya melonjak berkali-kali lipat dibanding pertama kali saya mampir ke sana," beber Respati.

Fenomena menarik lainnya yang disoroti Wali Kota adalah geliat industri kopi lokal. Meski Solo tidak memiliki lahan perkebunan kopi, kota ini sukses melahirkan pengusaha Coffee Roaster yang mumpuni.

"Para roaster di Solo hebat karena mampu meningkatkan nilai ekonomi biji kopi secara signifikan. Dari biji mentah seharga Rp 80 ribu per kilogram, nilainya bisa melonjak jadi Rp 400 ribu setelah diproses. Inilah kekuatan ekonomi kreatif kita, makanya usaha perkopian berkembang pesat di sini," tambahnya.

Dukungan penuh terus diberikan Pemkot Solo terhadap berbagai inisiatif yang mampu meningkatkan kunjungan wisatawan, termasuk gelaran Festival Durian yang berlangsung dari 24 April hingga 24 Mei mendatang. Usai bincang santai, Respati pun menyempatkan diri mencicipi aneka jenis durian serta meninjau beragam produk olahan durian hasil kreasi UMKM setempat. (ves)

Editor : Tri Wahyu Cahyono
#kuliner unggulan #lidah sapi #Wali Kota Solo Respati Ardi #destinasi wisata #neo solo grand mall