Paling gres, manajemen Persis Women mendapatkan tanda tangan Shafira Ika Putri. Dara manis yang berposisi sebagai palang pintu tersebut diboyong dari Arema Women. Tak main-main, sepertinya Shafira bakal diplot sebagai el capitano.
Saat mengetahui ada tawaran dari Persis, Shafira tak berpikir panjang. Alasannya satu, karena Persis Women menawarkan kontrak jangka panjang. Selain itu, dia juga tertarik dengan program pembinaan yang rirancang manajemen Laskar Sambernyawa.
“Persis menunjukkan keseriusannya dalam membentuk tim wanita. Salah satunya memberikan kontrak jangka panjang. Pembinaan pemain lebih serius dan ini membuat saya semakin yakin untuk bergabung,” ungkap perempuan yang akrab disapa Ika tersebut, kemarin (9/5).
Sejatinya, Ika merupakan atlet bulu tangkis. Olahraga ini sudah digelutinya sejak masih berusia 7 tahun. Dia bahkan sempat mengikuti sejumlah kejuaraan nasional (kejurnas). Sayang, karirnya pupus di usia 9 tahun. Setelah mengalami cedera pergelangan tangan.
Ika mulai tertarik banting stir, setelah melihay saudara laki-lakinya bermain sepak bola. Meski sempat mendapat penolakan dari orang tua, namun tidak menggoyahkan tekadnya untuk terjun menggocek si kulit bundar.
Keputusan tersebut tidak salah. Ika berhasil menembus skuad timnas putri. Terakhir, dia membawa Arema Women juara ketiga Piala Pertiwi 2021/2022. Dia juga berhasil menembus skuad timnas putri proyeksi kualifikasi Piala Asia 2022. Sayang kans Ika berseragam timnas pupus, karena cedera.
“Sepak bola bisa dilakukan siapa saja. Tidak ada yang bisa membatasi siapa saja untuk mencintai sepak bola. Meskipun tak jarang banyak bully-an, tapi itu malam membuat saya semakin termotivasi untuk berkembang,” imbuhnya. (nik/fer/dam) Editor : Damianus Bram