Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Masa Kecil Coach Timnas U-16 Bima Sakti di Wonogiri: Tidur pun Pakai Sepatu

Syahaamah Fikria • Selasa, 16 Agustus 2022 | 02:57 WIB
TANAH LELUHUR: Coach Bima Sakti (tiga dari kanan) bersama istri, kedua orang tua dan kakak serta adiknya di rumah sang kakek di Mlopoharjo, Wuryantoro, Wonogiri.
TANAH LELUHUR: Coach Bima Sakti (tiga dari kanan) bersama istri, kedua orang tua dan kakak serta adiknya di rumah sang kakek di Mlopoharjo, Wuryantoro, Wonogiri.
Nama Bima Sakti semakin meroket setelah berhasil membawa Timnas Sepak Bola U-16 menjuarai Piala AFF. Mungkin tidak banyak yang tahu kalau pelatih yang dikenal sangat rendah hati ini sempat 2,5 tahun menghabiskan masa kecilnya di Wonogiri.

IWAN ADI LUHUNG, Wonogiri, Radar Solo

SEBUAH rumah joglo berdiri kokoh di Dusun Bendosari RT 02 RW 06 Desa Mlopoharjo, Kecamatan Wuryantoro, Wonogiri. Tidak banyak yang tahu kalau rumah itu pernah menyimpan kenangan bagi coach Bima Sakti.

Pada Sabtu (13/8) sore lalu, Bima Sakti dan keluarganya mampir di rumah itu. Mengantarkan keluarganya untuk beristirahat. Malamnya usai salat Isya, pelatih Garuda Muda itu sudah harus pergi mengikuti agenda lainnya.

Beruntung, kemarin (15/8), Jawa Pos Radar Solo masih bisa bertemu dengan Tukiman, ayah Bima Sakti yang masih bertahan di rumah joglo itu. Purnawirawan TNI AU itu rupanya masih ingin bernostalgia di rumah keprabon milik orang tuanya yang telah tiada. Mengingat masa kecilnya dia habiskan di rumah itu.

"Asli saya memang dari sini (Mlopoharjo, Wuryantoro). Ini rumah keprabon orang tua. Kalau pengin pulang ya pulang ke sini. Saya dulu penugasan di Balikpapan, sampai saat ini menetap di sana," kata Tukiman.

Tukiman tak sendirian di sana. Dia juga ditemani Yuliani, istrinya dan juga putra pertama mereka, Thomas Widakdo. Lustyadi, adik Bima Sakti, Sabtu lalu juga sempat ikut ke rumah itu. Namun, dia telah pulang terlebih dahulu.

Mereka memang sengaja mampir ke rumah keprabon itu usai menonton secara langsung final Piala AFF U-16 di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Jumat (12/8) lalu. Di laga puncak itu, skuad besutan Bima Sakti berhasil menjadi juara.

Tukiman bercerita, di rumah keprabon itu, dia sempat menitipkan Bima Sakti ke kakaknya saat usianya 2 tahun sampai 4,5 tahun. Tukiman masih ingat betul saat Bima Sakti bakal diajak kembali ke Balikpapan pada puluhan tahun lalu.

“Kalau melewati area pegunungan, dia bisanya minta matanya ditutup karena takut,” ujarnya.

Sementara itu, Sarmi, kakak sepupu Bima Sakti menuturkan, cara bicara Bima Sakti kecil sangat lucu. Saat masih di Wonogiri, dia kerap minta makanan ketela bakar. Dalam bahasa Wonogiri disebut sepe.

"Bilangnya bukan sepe, tapi ente. Semua yang di rumah ini waktu itu bingung tidak ada yang tahu maksudnya. Terus dia nangis. Tapi akhirnya kami tanggap," ujar dia.

Bima Sakti kecil sangat menggemari makanan itu. Bahkan kata Sarmi, tak ada yang boleh ikut memakan ketela bakar tersebut. "Yang lain tidak boleh ambil," ujar Sarmi sambil tertawa.

Tidak hanya itu, Bima Sakti kecil juga suka bermain dengan anak kambing. Dia selalu membawa anak kambing itu ke mana-mana, termasuk ke dalam rumah. Tak ada yang protes karena biasanya kalau dilarang dia akan menangis.

Memori ibu Bima Sakti, Yuliani, juga masih segar saat Bima Sakti masih kecil. Putra keduanya itu sangat senang memakai sepatu karet untuk anak-anak. Bahkan saat tidur, sepatu itu tak mau dilepaskan.

"Mau dilepas saar tidur, dia bisa merasakannya, terus nangis. Sepatu itu dipakai terus. Mungkin memang rezekinya dari kaki," kata dia.

Yuliani nenuturkan, anaknya dikenal sangat berbakti dengan orang tuanya. Bahkan, kedua orang tuanya bisa berangkat haji juga dari hasil jeri payah Bima Sakti. "Kemarin setelah selesai final, saya dipanggil untuk masuk ke lapangan. Dia langsung sujud di kaki saya," ujar dia.

Bukan hal mudah bagi Yuliani menonton langsung final Piala AFF U-16 itu. Saking gugupnya, dia berkali-kali ke toilet. Dia malah tak fokus melihat pertandingan.

Mengenai bakat Bima Sakti bermain sepak bola ini diceritakan sang kakak, Thomas Widakdo. Dia mengatakan, bakat olahraga adiknya sudah terlihat sejak masih kecil. Saat remaja, Bima Sakti dikenal mahir bermain badminton.

"Kalau bulu tangkis, dia nggak ada lawannya waktu itu di Balikpapan. Kalau sepak bola, tiap sore main bola, kan rumah di sana dekat lapangan," kata Thomas.

Hingga akhirnya garis takdir Bima Sakti menuntunnya menjadi salah satu gelandang top yang pernah dimiliki Indonesia. Dan, saat ini Bima Sakti melatih skuad Garuda Muda.

Menurut Thomas, adiknya memiliki cara unik untuk memotivasi anak didiknya. Yakni dengan meletakkan foto keluarga pemain di ruang ganti.

"Ide itu dari anaknya Bima. Dia bilang ke ayahnya untuk menambah motivasi pemain saat final, coba dipanggil orang tua pemain," kata dia.

Mendapatkan usulan itu, kata Thomas, Bima Sakti mencoba berkomunikasi dengan Ketum PSSI Mochamad Iriawan. Gayung bersambut, usulan itu disetujui oleh pria yang akrab disapa Iwan Bule itu. Dan tampaknya, usai bertemu orang tuanya Garuda Muda mendapatkan motivasi lebih. Terbukti Timnas Sepak Bola U-16 menjuarai Piala AFF.

Saat menonton pertandingan final, Thomas mengatakan, anggota keluarganya tampak deg-degan. Ayahnya selalu berzikir, ibunya yang gugup keluar masuk toilet sementara adiknya tak mampu menonton dan memilih berjalan-jalan di area stadion. “Semuanya deg-degan menanti hasil akhir,” ujarnya.

Setiap akan berlaga, Bima Sakti selalu meminta restu dari keluarganya. Baik kedua orang tua maupun kakak dan adiknya. Itu dilakukan sejak dia masih menjadi seorang pemain hingga kini melatih.

"Ritualnya dia seperti itu. Pasti minta doa restu. Kalau lagi di Balikpapan, sebelum berangkat pertandingan pasti sujud dulu ke orang tua," beber Thomas.

Bima Sakti juga tidak pernah melupakan asal-usulnya. Ketika sudah menjadi pemain profesional hingga sekarang dia kerap berkunjung ke rumah kakeknya di Wuryantoro. Termasuk Sabtu lalu, mereka sekeluarga makan malam bersama dengan menu sederhana.

"Makan malam lauknya sayur tahu atau sayur lombok. Ada tempe dan tahu bacem juga. Kalau dikasih ayam malah tidak dimakan sama dia (Bima Sakti)," kata Thomas.

Sementara itu, Kades Mlopoharjo Budi Santosa mengatakan, dia mengetahui Bima Sakti pernah bermukim di desa itu saat sudah dewasa. Sebab, Bima Sakti kecil hanya 2,5 tahun tinggal di Wonogiri.

Dia mengku pernah bertemu dengan Bima Sakti dua kali. Pertama saat berpapasan di jalan. Dan kedua, ketika dulu Bima Sakti masih menjadi seorang pemain bola dan kebetulan mampir di Wuryantoro.

"Waktu itu beberapa hari di sini, diajak main sepak bola dengan klub bola di Wuryantoro dia juga mau," kata dia. (*/bun/ria)

  Editor : Syahaamah Fikria
#coach Timnas U-16 #masa kecil bima sakti #Garuda Muda #timnas u-16 #Bima Sakti #piala aff