RADARSOLO.COM - SDIU Al Khoir Boyolali manapakkan kaki untuk kedua kalinya dalam ajang Jawa Pos Radar Solo Junior Kick Off 2025.
Jelang kick off, mereka bersiap diri memanaskan mesin secara rutin untuk bersaing dengan kompetitor se-Solo Raya.
Masih ada waktu 11 hari lagi. Turnamen tahunan antar SD/MI se-Solo Raya ini segera dilangsungkan di Futsal Center Singopuran, Kartasura, 20 September mendatang.
Waktu yang tersisa dimaksimalkan SDIU Al Khoir Boyolali untuk mematangkan persiapan.
"Ini kedua kalinya sekolah kami mengikuti ajang turnamen Jawa Pos Radar Solo turnamen futsal. Edisi ini kami hanya mengirim satu tim saja," ucap Pelatih Tim Erlangga Wisnu Zulfikar kepada Jawa Pos Radar Solo, Selasa (9/9).
Rutin mengikuti, SDIU Al Khoir Boyolali ingin menambah jam terbang anak-anak dalam ajang semacam turnamen futsal. Dari sana, mereka meyakini pemain bakal membawa pengalaman dan juga belajar dari beberapa sekolah yang ikut serta.
"Untuk persiapannya sekarang, kami sedikit merombak atau mengubah sistem latihan anak-anak. Berdasarkan dari ilmu yang saya dapat dari senior saya (mas Faried) untuk jenjang SD saat ini difokuskan untuk peningkatan fisik anak-anak dari latihan kekuatan dan kelincahan dan lain-lain, serta fun game," paparnya.
Tiga pekan terakhir, Erlangga menyebut fokus tim berada pada kekuatan kaki dan kelincahan anak-anak. Setelah menu-menu tersebut selesai dilangsungkan. ada sesi fun game diakhir latihan.
"Tidak lupa juga saya selalu memotivasi anak-anak untuk terus semangat dalam latihan, disiplin, dan juga jangan pantang menyerah," sebutnya.
Demi membakar motivasi dan semangat, Erlangga juga memberikan challenge kepada anak asuhnya.
Andai kata, mereka bisa masuk tiga besar, Erlangga sebagai pelatih akan memotong rambutnya menjadi pendek atau botak.
"Saat itu anak-anak seketika langsung pada serius latihannya dan ya semoga besok bisa mendapatkan hasil yang memuaskan dan ada juga ilmu yang bisa kami bawa ke sekolah," lanjutnya.
Erlangga menyebut, target skuadnya sudah pasti juara. Kendati demikian, dirinya tidak terlalu membebankan kepada anak-anak harus juara.
"Yang terpenting dalam mengikuti turnamen ini mereka ada perkembangan dan kemajuan dari sebelum-sebelumnya," sambungnya.
Harapannya, event ini berjalan dengan lancar sampai selesai. Dia juga menginginkan turnamen ini berkelanjutan. Bahkan jika bisa dilangsungkan tiga bulan sekali untuk menghasilkan bibit-bibit emas pemain futsal Indonesia.
"Turnamen ini sangat bagus menurut saya. Bukan hanya sekedar turnamen tetapi ada nilai plus lainnya, yaitu dari pihak Radar Solo juga sudah membantu untuk mempromosikan sekolah ke media sosial. Sehingga yang tadinya sekolah tersebut tidak diketahui masyarakat, tapi saat mengikuti event ini nama sekolah tersebut bisa jadi dikenal luas oleh masyarakat sekitar," pungkasnya. (nis/nik)
Editor : Niko auglandy