Desa Sambungmacan, Kecamatan Sambungmacan bisa menjadi jujukan para pecinta bonsai. Ya, wilayah yang berada di ujung timur Kabupaten Sragen ini banyak memiliki pesona tersembunyi. Termasuk kreativitas warganya yang sering membuat bonsai.
Kepala Desa Sambungmacan Bondan Pratiwi menyampaikan, ada puluhan warganya yang menggiati kreativitas tanaman bonsai. Bahkan bonsai-bonsai di desanya sering jadi jadi rujukan para pecinta tanaman kerdil tersebut.
”Di sini banyak yang buat bonsai, bahkan sudah ada komunitasnya,” terang Bondan.
Bahkan, jika tak terjadi pandemi Covid-19, sebenarnya pihak desa dan komunitas akan membuat pameran bonsai. ”Tahun kemarin sudah diselenggarakan, tahun ini kami jadwalkan September, tapi tidak bisa terlaksana,” kata dia.
Hingga saat ini sudah lebih dari 50 warga yang membuat bonsai. Bahkan, beberapa kepala desa di Sragen yang menggemari bonsai selalu datang ke Sambungmacan untuk berburu tanaman kerdil itu. ”Jadi beberapa kades, mainnya ke sini kalau cari bonsai,” terang Bondan.
Terpisah, Sudarsono salah satu warga Sambungmacan mengaku, dia sudah menekuni kreativitas membuat bonsai sejak 1980. Diakui dia, zaman dulu tidak perlu sampai ke hutan untuk mencari bibit yang akan dijadikan bonsai.
"Namun, sekarang saya mulai mencari bibit yang bagus di hutan," ucap Darsono.
Dia sendiri belajar membonsai secara otodidak. Namun, menurut dia, generasi saat ini jauh lebih mudah lantaran banyak tutorial di Youtube. Beberapa pohon yang bisa dibonsai, di antaranya beringin, asam, dan serut. Demikian juga tanaman buah, seperti kelapa atau jambu juga lebih mudah dicangkok.
Bondan mengakui, saat ini peminat bonsai lebih banyak. Hal itu bisa dilihat saat pameran bonsai yang selalu ramai pengunjung. Soal harga, cukup bervariasi tergantung jenis dan usia bonsai. Bisa ratusan ribu hingga puluhan juta rupiah.
”Kalau soal bisnis bonsai itu harus senang dahulu. Kalau mikir uangnya nanti,” terang dia.
Selain keindahannya, tanaman yang dibonsai juga punya kelebihan bisa berumur panjang. Dia menyampaikan, bahkan ada kolektor yang mempunyai bonsai berusia puluhan sampai ratusan tahun. 14:06:00 Editor : Perdana Bayu Saputra