Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Kampung Bonsai Desa Sambungmacan, Jadi Jujukan Pecinta Tanaman Kerdil

Perdana Bayu Saputra • Jumat, 26 Juni 2020 | 23:27 WIB
Warga di Desa Sambungmacan sudah menekuni pembuatan bonsai sejak puluhan tahun lalu.
Warga di Desa Sambungmacan sudah menekuni pembuatan bonsai sejak puluhan tahun lalu.
SRAGEN – Tanaman bonsai kembali hits. Ciri khas tanaman kerdil dengan keunikan dan keindahan pada lekukan cabang, batang, dan akar yang dibentuk sedemikian rupa membuat mata terpesona.

Desa Sambungmacan, Kecamatan Sambungmacan bisa menjadi jujukan para pecinta bonsai. Ya, wilayah yang berada di ujung timur Kabupaten Sragen ini banyak memiliki pesona tersembunyi. Termasuk kreativitas warganya yang sering membuat bonsai.

Kepala Desa Sambungmacan Bondan Pratiwi menyampaikan, ada puluhan warganya yang menggiati kreativitas tanaman bonsai. Bahkan bonsai-bonsai di desanya sering jadi jadi rujukan para pecinta tanaman kerdil tersebut.

”Di sini banyak yang buat bonsai, bahkan sudah ada komunitasnya,” terang Bondan.

Bahkan, jika tak terjadi pandemi Covid-19, sebenarnya pihak desa dan komunitas akan membuat pameran bonsai. ”Tahun kemarin sudah diselenggarakan, tahun ini kami jadwalkan September, tapi tidak bisa terlaksana,” kata dia.

Hingga saat ini sudah lebih dari 50 warga yang membuat bonsai. Bahkan, beberapa kepala desa di Sragen yang menggemari bonsai selalu datang ke Sambungmacan untuk berburu tanaman kerdil itu. ”Jadi beberapa kades, mainnya ke sini kalau cari bonsai,” terang Bondan.

Terpisah, Sudarsono salah satu warga Sambungmacan mengaku, dia sudah menekuni kreativitas membuat bonsai sejak 1980. Diakui dia, zaman dulu tidak perlu sampai ke hutan untuk mencari bibit yang akan dijadikan bonsai.

"Namun, sekarang saya mulai mencari bibit yang bagus di hutan," ucap Darsono.

Dia sendiri belajar membonsai secara otodidak. Namun, menurut dia, generasi saat ini jauh lebih mudah lantaran banyak tutorial di Youtube. Beberapa pohon yang bisa dibonsai, di antaranya beringin, asam, dan serut. Demikian juga tanaman buah, seperti kelapa atau jambu juga lebih mudah dicangkok.

Bondan mengakui, saat ini peminat bonsai lebih banyak. Hal itu bisa dilihat saat pameran bonsai yang selalu ramai pengunjung. Soal harga, cukup bervariasi tergantung jenis dan usia bonsai. Bisa ratusan ribu hingga puluhan juta rupiah.

”Kalau soal bisnis bonsai itu harus senang dahulu. Kalau mikir uangnya nanti,” terang dia.

Selain keindahannya, tanaman yang dibonsai juga punya kelebihan bisa berumur panjang. Dia menyampaikan, bahkan ada kolektor yang mempunyai bonsai berusia puluhan sampai ratusan tahun. 14:06:00 Editor : Perdana Bayu Saputra
#Sambungmacan. #tren tanaman hias #kampung bonsai #tanaman bonsai