RADARSOLO.COM – Aksi pencurian padi siap panen semakin marak terjadi di wilayah Sragen timur. Hal itu menimbulkan keresahan di kalangan petani.
Para pelaku diketahui sengaja memanen padi yang masih berada di sawah, mengambil kesempatan dari tanaman yang hampir siap panen.
Informasi yang dihimpun Radarsolo.com, insiden pencurian padi ini telah terjadi di beberapa kecamatan, termasuk Sambungmacan, Gondang, dan Tangen.
Widodo, seorang petani asal Sambungmacan membenarkan adanya aksi pencurian padi di wilayahnya.
”Itu padi yang di pinggir galengan dekat jalan yang sudah tua berisi yang dicuri dengan cara dirit,” jelas Widodo, Senin (16/6/2025).
Dia memperkirakan kerugian akibat pencurian tersebut mencapai hampir satu juta rupiah.
”Kemarin kurang lebih yang diambil dua karung. Dihitung kurang lebih kalau harga 1 kg Rp 6.800, satu karung 60 kg atau satu karung dihargai Rp 400 ribu, jadi total dua karung Rp 800 ribu,” bebernya.
Aksi serupa juga pernah terjadi tahun lalu di wilayah Sragen Timur, tepatnya di sawah milik Sugino, warga Pucang RT 22, Desa Bedoro, Kecamatan Sambungmacan.
Kepala Desa Bedoro, Pri Hartono membenarkan kejadian tersebut. Dia menyebut peristiwa itu sudah dilaporkan ke pihak kepolisian.
”Iya benar telah terjadi pencurian padi siap panen, milik salah satu petani di Desa Bedoro. Kejadian ini sudah dilaporkan ke Polsek Sambungmacan,” kata Pri Hartono.
Tidak hanya itu, kejadian pencurian padi juga dilaporkan di wilayah Desa Katelan, Kecamatan Tangen.
Tokoh masyarakat Tangen, Sri Wahono mengungkapkan, pencurian padi siap panen belum lama ini terjadi.
”Waktunya sekitar awal bulan ini, kejadian pada saat habis hujan malam hari. Jadi orang yang lewat tidak curiga dikira sawah itu digarap pemilik,” ujar Wahono.
Menanggapi situasi ini, Kapolres Sragen AKBP Petrus Parningotan Silalahi menjelaskan, pihaknya langsung melakukan penyelidikan secara mendalam.
”Jadi kami masih analisa apakah pelaku yang dulu tinggal di sekitar situ, kemudian pulang dari merantau dan ambil kesempatan karena desakan ekonomi atau kemungkinan yang lain,” jelas kapolres.
Sebagai langkah pencegahan, Polres Sragen telah melakukan komunikasi dengan pemangku kepentingan di lokasi.
”Kami atur jadwal, pada jam-jam tertentu kita patroli malam hari. Melibatkan unsur TNI, Polri, kecamatan, dan desa,” tegas kapolres. (din/adi)
Editor : Adi Pras