Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Viral Soal Mural One Piece Dihapus, Bupati Sragen Justru Bela Warganya: Mereka Tetap Cinta Republik

Ahmad Khairudin • Selasa, 5 Agustus 2025 | 16:50 WIB
Mural One Piece di Ndayu, Desa Jurangjero, Kecamatan Karangmalang, Sragen menyambut HUT Kemerdekaan RI yang dihapus aparat. (Ahmad Khairudin/Radar Solo)
Mural One Piece di Ndayu, Desa Jurangjero, Kecamatan Karangmalang, Sragen menyambut HUT Kemerdekaan RI yang dihapus aparat. (Ahmad Khairudin/Radar Solo)

RADARSOLO.COM – Mural bertema anime One Piece di Sragen yang sempat viral akibat dihapus makin jadi perhatian.

Mural yang dibuat warga untuk menyambut HUT ke-80 Kemerdekaan RI ini sempat memicu kekecewaan di kalangan masyarakat.

Bupati Sragen Sigit pamungkas turut menyoroti kejadian itu.

Aksi yang dilakukan warga Dukuh Ndayu, Desa Jurangjero, Kecamatan Karangmalang, ini sebenarnya bertujuan merangkul generasi Z dalam perayaan 17 Agustus.

Namun, keberadaan gambar bajak laut Shirohige pada mural tersebut dianggap sensitif dan berpotensi menimbulkan kesalahpahaman.

Bupati Sigit Pamungkas beri respons menarik dengan fenomena itu.

Alih-alih menyalahkan, Sigit Pamungkas justru memberikan respons tak terduga.

Dia menganggap para pembuat mural, sama seperti warga negara lainnya, mereka warga yang mencintai Indonesia.

Namun pihaknya menyarankan untuk diekspresikan di ruang lingkup yang tepat.

"Itu mestinya diekspresikan di tempat-tempat yang tidak mengganggu ketertiban," ujarnya Senin (4/8/2025).

Bupati Sigit juga menambahkan bahwa aksi tersebut adalah bentuk ekspresi untuk memberikan masukan kepada pemerintah.

"Mereka tetap bagian dari republik, orang-orang yang cinta pada republik, tetap Merah Putih," tegasnya.

Sementara Kepala Badan Kesbangpol Sragen, Sutrisna menjelaskan bahwa penghapusan mural adalah bagian dari upaya menjaga ketertiban.

"Pemerintah pada momen seperti itu untuk menjaga agar tidak terjadi hal sensitif. Pendekatan persuasif jangan sampai nanti dipelintir masyarakat," katanya.

Sutrisna juga mengimbau agar ke depannya tidak ada pemasangan bendera selain bendera Merah Putih pada momen 17 Agustus. (din/adi)

Editor : Adi Pras
#one piece #sragen #HUT kemerdekaan RI #karangmalang #mural