RADARSOLO.COM– Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Sragen terus mengantisipasi potensi kekacauan dan kemelut perparkiran seperti yang sempat terjadi di sejumlah kota besar, termasuk Kota Solo.
Seperti diketahui belum lama ini, parkir di Solo sempat jadi sorotan media sosial akibat menarik pungutan jemputan sekolah.
Lantas hal itu sudah diantisipasi jauh hari. Hal itu ditegaskan Kepala Bidang (Kabid) Keselamatan dan Perparkiran Dishub Sragen Junaedi, Juma (30/10/2026).
Menurut Junaedi, potensi masalah parkir yang kerap dikeluhkan publik biasanya bersumber dari celah administrasi di lapangan.
Baca Juga: Kebut Proyek Infrastruktur, Bupati Sragen Sidak ke Lapangan
Kendati demikian, pihak dishub terus berupaya mengevaluasi dan membenahi sistem tata kelola parkir agar berjalan optimal.
”Kami sudah jauh hari antisipasi. Kalau parkir sifatnya ambil uang di ATM atau jemput anak sekolah jangan diparkiri. Karena kita juga luweh (cerewet, red) sering kelapangan dan belum ada komplain. Dulu 2 - 3 tahun lalu memang ada komplain, sekarang sudah tidak,” ujarnya.
Sementara saat bicara soal target pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor retribusi parkir pada tahun ini sekitar Rp 1,7 miliar.
Pihak dishub optimistis target tersebut dapat tercapai sepenuhnya hingga akhir tahun anggaran.
Baca Juga: Api Padam, Operasi Pemadaman Karhutla Lawu di Karanganyar Ditutup
Junaedi mengungkapkan, hingga triwulan keempat ini, realisasi pendapatan parkir telah menunjukkan progres yang sangat positif, yakni mencapai lebih dari 70 persen.
”Tahun ini harapannya di triwulan keempat ini, ini sudah 70 persen lebih ya. Saya kalau saya optimis, nggih, karena kita sudah akhir melalui survei potensi, saya optimis tercapai untuk ini,” ujar Junaedi.
Junaedi menjelaskan, pihaknya sempat memprediksi bahwa beberapa proyek pembangunan infrastruktur jalan utama di Sragen akan berdampak pada pengurangan jumlah titik atau volume parkir.
Namun, berdasarkan pemantauan di lapangan, terutama di kawasan pasar kota dan titik-titik keramaian lainnya, aktivitas perparkiran ternyata tetap padat, bahkan pada malam hari.
Baca Juga: Tak Hanya PKL, Parkir Bikin Jalan Veteran Sragen Makin Semrawut
”Kemarin ada beberapa pembangunan di jalan utama itu kan prediksi kita mengurangi parkir, tapi ternyata setelah kita lihat masih tetap. Kemarin yang di pasar kota itu ternyata juga masih parkirnya masih ramai malam hari. Nah, itu kita agak tenangnya di situ,” imbuhnya.
Junaedi merinci bahwa target retribusi parkir tahun ini dipatok pada angka Rp 1,75 miliar, nominal yang kurang lebih sama dengan target pada tahun sebelumnya.
Dengan capaian yang konsisten serta pengawasan rutin yang dilakukan oleh petugas di lapangan, Dishub Sragen berharap tidak ada kendala berarti yang mengganggu optimalisasi pendapatan sektor parkir hingga penghujung tahun. (din/adi)
Editor : Adi Pras