Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Dampak Kekeringan Tembus 12 Ribu Jiwa, Tersebar di Tiga Kecamatan

Iwan Kawul • Senin, 23 Oktober 2023 | 03:20 WIB
MELUAS: Pemkab Sukoharjo terus menyalurkan air bersih ke wilayah Sukoharjo selatan.
MELUAS: Pemkab Sukoharjo terus menyalurkan air bersih ke wilayah Sukoharjo selatan.

RADARSUKOHARJO.COM – Krisis air bersih di Sukoharjo selatan semakin parah. Setidaknya 12.000 jiwa lebih terdampak kekeringan di tiga kecamatan.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukoharjo Ariyanto Mulyatmojo mengatakan, kekeringan meluas di 48 dusun di 18 desa tersebar di tiga kecamatan. Yakni Kecamatan Tawangsari, Bulu, dan Weru.

Update sementara per Minggu (22/10) ada 18 desa di 3 Kecamatan. Sebelumnya ada 16 desa di 3 kecamatan,” kata Ariyanto, Minggu (22/10).

Menurut Ariyanto, setidaknya terdapat 3.324 kepala keluarga (KK) terdiri dari 12.076 jiwa terdampak krisis air bersih itu. Sampai saat ini, air bersih sudah didistribusikan ke lokasi-lokasi terdampak krisis air bersih. Total terdistribusi 443 tangki air bersih ke lokasi terdampak kekeringan.

”Total air bersih yang terdistribusikan mencapai 2.040.500 liter air,” imbuhnya.

Ariyanto menambahkan, kemarau panjang diprediksi masih akan terjadi sampai akhir November mendatang. Jumlah jiwa terdampak kekeringan masih berpotensi bertambah.

”Prediksi sampai akhir November. Perkiraan awal musim hujan juga bisa maju bahkan mundur,” jelasnya.

Bupati Sukoharjo Etik Suryani mengatakan, ke depan akan dibuat sumur dalam di lokasi kekeringan. Tujuannya agar ketika musim kemarau seperti sekarang, warga tidak lagi kesulitan air bersih.

”Saat ini memang sumur-sumur milik warga sudah kering, ke depan Pemkab Sukoharjo  telah menyiapkan progam bantuan pembuatan sumur dalam sebagai bentuk penanganan kedepan terkait kekeringan,” jelasnya.

Bupati meminta kepada warga jika masih mengalami kekurangan air bersih, maka bisa melapor ke kepala desa dan diteruskan ke camat. Selanjutnya dilaporkan ke bupati dan dilakukan pengiriman bantuan air bersih.

”Setiap hari ada pengiriman air bersih untuk warga yang berasal dari pemkab serta instansi lainnya. Mudah-mudahan kiriman air bersih ini dapat membantu dan bermanfaat bagi warga,” tandas bupati. (kwl/adi)

Editor : Damianus Bram
#BPBD Sukoharjo #kemarau #kekeringan #krisis air bersih #Bupati Sukoharjo Etik Suryani