RADARSOLO.COM – Sejumlah pasien mengeluhkan kondisi Puskesmas Sukoharjo yang dianggap tidak representatif. Seluruh pelayanan dipusatkan di dalam gedung. Ironisnya, puskesma tidak dilengkapi ruang tunggu di bagian luar.
Tiap hari, Puskesmas Sukoharjo tidak pernah sepi pasien. Akibatnya, ruangan di dalam gedung kondisinya pengap saat penuh pasien. Sedangkan di bagian luar tidak dilengkapi ruang tunggu. Mengingat puskesmas ini lokasinya di tepi Jalan Wonogiri-Solo.
“Secara kualitas, pelayanan di Puskemas Sukoharjo bagus. Kendalanya hanya satu. Tidak nyaman kalau kondisinya penuh pasien,” keluh Wati, salah seorang pasien asal Sukoharjo.
Wati berharap ada kebijakan agar Puskesmas Sukoharjo direhab supaya lebih representatif dan ramah pasien.
“Kan biasanya ada pasien yang diantar. Kasihan kalau pas antar pasien datang sehat, tetapi karena kondisinya penuh sesak, malah ikutan sakit,” ujarnya.
Saat dikonfirmasi, Kepala Puskesmas Sukoharjo Kunari Mahanani tidak menampik kondisi tersebut. Menurutnya, kondisinya tidak representatif karena berstatus puskesmas percontohan.
“Berdasarkan data kami, jumlah pasien JKN (Jaminan Kesehatan Nasional) itu ada sekira 45 ribu orang. Tingkat kunjungan per hari rata-rata 20-250 orang. Kalau full bisa 350 pasien. Jadi memang betul sekali, kondisinya boleh dikatakan tidak representatif,” jelasnya.
Bahkan, lanjut Kunari, sering ada pasien komplain bukan pada layanannya, tetapi ruangannya. Saat menunggu di dalam ruangan yang penuh sesak, kondisinya sangat pengap.
Ditanya apakah sudah ada puskesmas pembantu (pustu), Kunari mengaku tersedia di Kelurahan Bulakan. Pustu Bulakan melayani pasien dari Kelurahan Kriwen dan Dukuh.
“Puskesmas pembantu sudah bagus layanannya. Sudah ada laboratorium sederhana dan ke depan akan kami tambahi untuk pelayanan gigi,” bebernya.
Sementara itu, Kunari mengaku sudah melaporkan kondisi ini ke Bupati Sukoharjo Etik Suryani. Solusinya, Etik menyetujui Puskesmas Sukoharjo direlokasi.
“Dulu kami dapat info akan geser ke eks kantor dinas pendidikan dan kebudayaan (disdikbud) di Jalan Veteran. Kalau di sana lokasinya strategis,” ungkap Kunari.
Terpisah, Ketua Komisi IV DPRD Sukoharjo Danur Sri Wardana mengaku mengatakan, berdasarkan hasil kesimpulan bersama Banggar, Komisi IV merekomendasikan pada Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sukoharjo untuk mengkaji ulang rencana relokasi Puskesmas Sukoharjo ke eks kantor disdikbud.
Mengingat, lokasi tersebut berdekatan dengan polilinik kesehatan milik swasta. Pertimbangan itu penting agar tidak terjadi tumpang tindih layanan. Sekaligus memastikan pemerataan akses pelayanan kesehatan yang optimal bagi masyarakat.
"Untuk itu komisi IV merekomendasikan pembangunan diarahkan ke Kelurahan Bulakan, Kriwen atau Dukuh. Mengingat wilayah tersebut masih jauh dari jangkauan pelayanan kesehatan," ujar Danur.
Terkait adanya puskesmas pembantu di Bulakan, Danur mengatakan, meski di sana besar tapi tidak selengkap Puskesmas Sukoharjo. Selain itu, di kota juga sudah ada RSUD yang tidak terlalu jauh.
"Jadi, pustu itu memang idealnya ada di tiap kelurahan atau desa," ujarnya. (kwl/fer)
Editor : fery ardi susanto