RADARSOLO.COM - Polres Sukoharjo memberikan pelatihan menjaga keamanan kepada panitia ibadah Natal. Salah satunya di Gereja Hati Kudus Sukoharjo, belum lama ini. Pelatihan ini bagian dari upaya memastikan pelaksanaan ibadah Natal berlangsung aman, tertib, dan khidmat.
Pembekalan ini mencakup pengamanan lokasi ibadah hingga pengaturan lalu lintas, termasuk pemahaman 12 gerakan lalu lintas di sekitar gereja untuk mengantisipasi kepadatan jemaat dan pengguna jalan lainnya.
Kapolres Sukoharjo AKBP Anggaito Hadi Prabowo menegaskan bahwa kesiapsiagaan panitia keamanan gereja menjadi bagian penting dalam mendukung tugas kepolisian selama perayaan Natal. Menurutnya, sinergi antara aparat keamanan dan panitia internal gereja akan memperkuat sistem pengamanan berlapis.
“Pengamanan ibadah Natal tidak hanya menjadi tugas polisi, tetapi tanggung jawab bersama. Panitia gereja perlu memahami pola pengamanan, termasuk pengaturan arus kendaraan dan pejalan kaki melalui 12 gerakan lalu lintas agar tidak terjadi penumpukan,” ujar AKBP Anggaito.
Ia menjelaskan, pengaturan lalu lintas tersebut meliputi pengelolaan arus masuk dan keluar kendaraan jemaat, pengaturan penyeberangan, titik putar balik, hingga antisipasi parkir di badan jalan. Langkah ini dinilai krusial mengingat lokasi Gereja Hati Kudus berada di kawasan perkotaan dengan aktivitas lalu lintas yang cukup padat.
Selain fokus di sekitar gereja, Kapolres juga menyinggung pentingnya pengelolaan kepadatan di titik-titik pelayanan moda transportasi umum selama masa Natal dan Tahun Baru. Ia mendorong pengelolaan terpadu bersama seluruh pemangku kepentingan, termasuk dengan mengoptimalkan pembelian tiket secara daring serta memastikan kelancaran arus keluar-masuk penumpang di terminal, stasiun, pelabuhan, dan bandara.
“Antisipasi kepadatan harus dilakukan sejak awal, baik di simpul transportasi maupun di jalan-jalan utama. Ini bagian dari pelayanan kepada masyarakat,” katanya.
Tak hanya itu, pengaturan lalu lintas di kawasan wisata dan akses menuju objek wisata juga menjadi perhatian. Menurut Kapolres, optimalisasi pengaturan arus kendaraan, ketersediaan fasilitas parkir yang memadai, penataan jalur keluar-masuk, serta penertiban lokasi pedagang sangat berpengaruh terhadap kenyamanan dan keselamatan masyarakat selama libur Natal.
Pada aspek keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), AKBP Anggaito menekankan pentingnya sterilisasi setiap lokasi ibadah sebelum pelaksanaan Natal. Ia juga mendorong keterlibatan organisasi kemasyarakatan dan ormas keagamaan dalam kegiatan pelayanan sebagai wujud nyata toleransi antarumat beragama.
“Sterilisasi lokasi ibadah adalah prosedur wajib. Keterlibatan ormas keagamaan juga penting untuk menunjukkan bahwa perayaan Natal adalah momentum kebersamaan dan toleransi,” tegasnya. (kwl/fer)
Editor : fery ardi susanto