RADARSOLO.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukoharjo bergerak cepat mengantisipasi dampak fenomena El Nino Godzilla, dengan memperkuat sektor pertanian.
Langkah ini semakin konkret, setelah Bupati Sukoharjo Etik Suryani mengikuti rapat koordinasi nasional (rakornas) di Kementerian Pertanian (Kementan), Senin (20/4) lalu.
Sebagai catatan, El Nino Godzilla adalah fenomena El Nino super kuat yang diprediksi melanda Indonesia pada April-Oktober 2026. Kondisi ini memicu kemarau sangat ekstrem.
Fenomena ini ditandai pemanasan suhu permukaan laut Samudra Pasifik yang sangat tinggi. Berisiko menyebabkan kekeringan parah, krisis pangan, hingga kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan (Distankan) Sukoharjo Bagas Windaryatno menjelaskan, kehadiran bupati dalam rakornas di Kementan membawa hasil signifikan. Kota Makmur digelontor bantuan sarana prasarana pertanian dari pemerintah pusat.
“Dalam rakornas yang dipimpin Menteri Pertanian itu, daerah diminta menyampaikan usulan kebutuhan riil di lapangan. Alhamdulillah Kabupaten Sukoharjo mendapatkan perhatian cukup besar,” kata Bagas, Jumat (24/4).
Bagas menambahkan, Sukoharjo akan menerima bantuan berupa 55 unit irigasi perpompaan, 4 unit dam parit, serta 25 unit rehabilitasi jaringan irigasi tersier (RJIT). Selain itu, pemerintah daerah juga mengusulkan tambahan bantuan berupa pompa air, serta alat dan mesin pertanian (alsintan).
Baca Juga: Sedimentasi Dan Bangunan Liar Picu Banjir Di Kelurahan Joho, Warga Sentil Penertiban Tebang Pilih
Menurut Bagas, bantuan tersebut sangat penting dalam mendukung modernisasi pertanian sekaligus menghadapi potensi kekeringan akibat El Nino.
“Insya Allah ini akan sangat membantu petani, terutama dalam menjaga ketersediaan air saat musim kemarau panjang,” katanya.
Rakornas yang diikuti sekitar 170 kepala daerah, baik bupati, wakil bupati, maupun wali kota, juga menjadi momentum bagi Kementan untuk memberikan apresiasi kepada daerah yang hadir langsung. Bahkan, daerah tersebut disebut akan mendapatkan perhatian lebih dalam penyaluran bantuan.
“Pak Menteri secara khusus mengapresiasi kepala daerah yang hadir langsung. Itu juga menjadi salah satu faktor Sukoharjo mendapat alokasi bantuan cukup banyak,” imbuhnya.
Lebih lanjut, Bagas menegaskan bahwa Pemkab Sukoharjo tidak hanya bergantung pada bantuan pusat. Sejumlah langkah mitigasi telah dilakukan sejak dini, termasuk pemetaan wilayah rawan kekeringan dan pengecekan sumber-sumber air.
“Teman-teman penyuluh pertanian bersama kelompok tani (gapoktan) sudah turun ke lapangan melakukan identifikasi. Kami petakan daerah yang rawan air, lalu kami siapkan langkah penanganannya,” jelasnya. (kwl/fer)
Editor : fery ardi susanto