RADARSOLO.COM-Pemkab Wonogiri melalui Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam Setda Wonogiri menggelar edukasi dan literasi keuangan kepada emak-emak, Rabu (30/7/2025).
Diketahui, peserta edukasi dan literasi keuangan itu adalah kader PKK dan anggota Dharma Wanita.
Dengan tema Ibu Coklat (Cerdas Kelola Keuangan dan Aset), kegiatan ini merupakan bagian dari program Tim percepatan Akses Keuangan Daerah (TPKAD) tahun 2025.
Adapun narasumber yang dihadirkan diantaranya dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Solo, Bursa Efek Jakarta Wilayah Jateng 2, dan Bank Syariah Indonesia Wonogiri.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Wongiri FX Pranata mewakili Bupati Wonogiri Setyo Sukarno mengatakan, pengelolaan keuangan dalam suatu keluarga menjadi hal yang mendasar dan sangat penting.
"Tata kelola keuangan yang baik, menjadi satu kunci keluarga yang harmonis," ujar Pranata.
Tidak jarang, imbuh dia, ditemui persoalan dalam keluarga yang dilatarbelakangi persoalan keuangan.
Hal itu membuat keluarga menjadi tidak nyaman, tidak sejahtera, dan lain sebagainya.
Memurut dia, persoalan keluarga yang dipengaruhi faktor keuangan, tidak selalu diasumsikan disebabkan karena kekurangan.
Bisa juga karena jumlah yang lebih tetapi tidak dikelola dengan baik. "Itu juga dapat menimbulkan persoalan," kata Sekda.
Edukasi dan literasi mengenai pengelolaan keuangan yang baik juga mengedukasi pengaturan keuangan dalam keluarga.
Baca Juga: PKK Wonogiri Ajak Perempuan Gerakkan Lingkungan Sehat, Fokus pada Pengelolaan Sampah
Itu di tengah berbagai godaan atau iming-iming investasi ilegal, simpan pinjam yang tidak jelas, arisan yang tidak jelas, dan lainnya.
"Kegiatan ini untuk menambah wawasan mengenai mengelola keuangan dalam keluarga, mengatur dengan cermat, dikelola dengan cerdas, sehingga benar-benar memberi manfaat bagi keluarga," beber Pranata.
Lebih jauh, Sekda menuturkan di tengah tantangan yang semakin kompleks, kemampuan berinvestasi menjadi salah satu keterampilan dasar yang harus dimiliki oleh setiap individu.
"Namun berinvestasi bukan sekedar menyusihkan harta benda, namun dibutuhkan pemahaman yang benar cara mengatur keuangan agar kegiatan investasi dapat dilakukan dengan efisien dan efektif," pungkas dia. (al)
Editor : Tri wahyu Cahyono