Iwan Dwi Wahyu Anggoro, 41, warga Perum Roland Mega Citra Brumbung, Kecamatan Selogiri mengeluhkan matinya jaringan air PDAM di rumahnya sejak Kamis (10/2) pagi. Kebutuhan air di pagi hari pun tak tercukupi.
"Padahal semalam (Rabu 9/2) airnya juga mati. Saya pantau di medsos-nya PDAM semalam air mati karena listrik padam. Masak ndak ada gensetnya di sana," kata Iwan.
Dia menuturkan, matinya jaringan air di Kamis pagi juga tanpa pemberitahuan terlebih dahulu. Apabila ada pemberitahuan terlebih dahulu, setidaknya keluarganya bisa menampung air terlebih dahulu.
Karena minimnya ketersediaan air, dia dan keluarganya terpaksa harus menghemat penggunaan air yang ada. Itu pun hanya digunakan untuk buang hajat mendadak. Bahkan, istrinya tak bisa memasak dan akhirnya harus mengeluarkan uang untuk membeli makanan.
"Sampai pukul 10.45, saya, istri dan dua anak saya belum mandi. Tadi pagi juga buang air besar ke SPBU dekat sini," beber Iwan.
Dia berharap, jika memang akan ada perbaikan pipa yang membuat jaringan air mati, maka ada pemberitahuan terlebih dahulu. Dengan begitu, pelanggan bisa menyimpan cadangan air di ember. Sebab, tak semua pelanggan memiliki tandon air.
"Saya biasa mantau medsos-nya PDAM. Tapi yang tadi pagi mendadak sehingga nggak bisa nampung air," kata Iwan.
Dia juga berharap PDAM bisa menyiapkan tangki air bersih keliling. Dengan begitu, ketika jaringa mati, tangki air bersih itu bisa menyuplai kebutuhan air bagi masyarakat.
Sementara itu berdasarkan postingan akun Instagram resmi PDAM Giri Tirta Sari Wonogiri (@pdamwng), diinformasikan sedang dilakukan perbaikan pipa transmisi 12" Yang dilakukan di Desa Bulusulur, Kecamatan Wonogiri Kota. Karena perbaikan itu, aliran air di sekitar wilayah Kecamatan Wonogiri Kota hingga Selogiri terganggu.
Direktur PDAM Giri Tirta Sari Wonogiri Sumarjo mengatakan, pipa yang bermasalah di Bulusulur pecah. Pihaknya juga sudah membuat pengumuman di medsos milik PDAM. Karena peristiwa itu mendadak, pihaknya baru mengumumkan di medsos usai mengetahui hal tersebut.
"Semalam memang listrik padam. Kita punya genset, tapi kapasitasnya cukup untuk pompa besar. Itu kan pengolahan, selain pompa in take air kotor, lalu dipompa lagi, ada lima pompa jadi nggak kuat gensetnya," ujar Sumarjo.
Sumarjo menuturkan, pihaknya memiliki tangki air bersih keliling. Dia mengklaim, jika ada yang meminta droping air saat ada gangguan seperti kejadian ini, maka bisa dikirim. Pihak yang membutuhkan bisa mendatangi kantor PDAM Giri Tirta Sari. Meski begitu, pihaknya tak bisa menjagkau semuanya, hanya droping untuk kebutuhan yang bersifat urgent.
"Mungkin instansi yang membutuhkan kita dahulukan, kemudian ke pelanggan-pelanggan. Ini tadi tangki kita juga keliling. Kita juga ada WA pengaduan," ucap dia.
"Perbaikan di Bulusulur hari ini harus sudah selesai," imbuh Sumarjo.
Sementara itu, pipa air yang diperbaiki berada di Dusun Bulusari RT 02 RW 03, Desa Bulusulur, Kecamatan Wonogiri Kota. Pantauan Jawa Pos Radar Solo, hingga Kamis siang perbaikan pipa masih dilakukan petugas PDAM.
Informasi yang dihimpun, pecahnya pipa terjadi pada Rabu malam sekitar pukul 23.30. Bahkan, dua rumah warga terdampak semburan air dari pipa yang pecah. Salah satunya adalah rumah milik Sukatmi.
Yadi, anak Sukatmi menuturkan, berdasarkan informasi yang didapatnya dari warga setempat ketika kejadian sempat terdengar bunyi "bleng". Setelah itu, air menyembur hingga mengenai rumah keluarganya.
"Ini masih bersih-bersih. Rumah saya kan masih satu RT, ditelepon diminta ke sini. Kebanjiran dua rumah. Ketinggiannya mungkin sekitar semeter, sekarang sudah surut dan dilakukan pembersihan," kata dia.
Yadi menuturkan, akibat kejadian itu sejumlah barang elektronik rusak. Dia mengaku sudah ada pihak dari PDAM yang memintanya untuk melakukan pendataan barang yang rusak.
Selain itu, keluarganya juga diminta untuk mencari sejumlah orang untuk membantu proses pembersihan. Menurut dia, tenaga itu bakal dibayar pihak PDAM dan barang yang rusak bisa diklaim. (al/ria) Editor : Syahaamah Fikria