“Satu rombel diisi 36 siswa. Mereka lolos PPDB (penerimaan peserta didik baru) online dari tiga jalur. Mulai dari jalur domisili, afirmasi, dan prestasi,” terang Waka Kesiswaan SMKN 2 Wonogiri Sapar, kemarin (12/7).
Selama MPLS, siswa baru dikenalkan berbagai ekstrakurikuler yang ada. Termasuk menanamkan wawasan kebangsaan, dengan pemateri dari jajaran Kodim 0728/Wonogiri. Serta penanaman akhlak, budaya berlalu lintas, dan materi terkait kenakalan remaja dari jajaran Polres Wonogiri.
“Ada juga edukasi terkait bahaya pornografi, narkotika, psikotropika, dan penyakit dari UPTD Puskesmas Wonogiri I. Jadi kami menghadirkan narasumber yang benar-benar berkompeten di bidangnya,” imbuh Sapar.
Siswa baru juga dikenalkan sarana-prasarana (sarpras) di SMKN 2 Wonogiri. “Semoga MPLS ini membuat anak-anak cepat beradaptasi dengan lingkungan yang baru. Ada perubahan mindset ke arahg pemikiran kritis. Termasuk membangun fisik dan psikisnya.
Waka Bidang Sarpras dan Ketenagaan SMKN 2 Wonogiri Slamet menambahkan, tahun lalu ada program teaching factory di jurusan Teknik Elektro atau Mekatronika.
“Tujuannya memberdayakan siswa. Selain itu, siswa juga praktik di situ. Produk yang dibuat, sangat dibutuhkan masyarakat. Misalnya running text hingga videotron,” jelasnya.
Sementara itu, tahun ini, SMKN 2 Wonogiri ditunjuk sebagai SMK Pusat Keunggulan (PK) oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi. Ada tiga program yang dijalankan. Mulai dari program non-fisik, fisik, hingga pengadaan alat untuk kompetensi Mekatronika.
“Semoga semua program punya teaching factory. Karena bisa membantu pembelajaran praktik siswa,” harapnya. (al/fer) Editor : Damianus Bram