RADARSOLO.COM- KGPAA Mangkunegara X bersama Bupati Wonogiri Setyo Sukarno menandatangani Prasasti Taman Monumen Raden Mas Said di Monumen Watu Gilang Nglaroh, Kecamatan Selogiri, Sabtu (6/12/2025).
Monumen itu menjadi tanda semangat perjuangan Raden Mas Said atau Mangkunegara I.
Dalam momentum itu, Bupati Setyo meminta Mangkunegaran memberikan kemudahan dalam mengakses dokumen lawas.
KGPAA Mangkunegara X mengatakan, Mangkunegaran telah berusia 268 tahun. Dan dalam sejarahnya, Wonogiri pernah menjadi bagian dari Mangkunegaran.
"Mangkunegaran dulu pernah ada di sini (Wonogiri), harapannya ke depan akan bisa berada di sini lagi. Prasasti ini dicanangkan oleh bapak bupati, saya menyampaikan terima kasih. Prasasti ini pertanda kehadiran kembali Mangkunegaran di Kabupaten Wonogiri," beber Mangkunegara X.
Acara itu juga disertai penyerahan bantuan sosial dan pemeriksaan kesehatan gratis.
Mangkunegara X berharap Mangkunegaran bisa berbuat lebih banyak untuk masyarakat.
"Mangkunegaran hari ini ada untuk masyarakat. Kalau tidak ada untuk masyarakat, maka menurut saya Mangkunegaran tidak perlu ada," beber dia.
Diketahui, kegiatan tersebut bertepatan dengan haul Raden Mas Said.
Itu menjadi semangat untuk bekerja lebih keras supaya Wonogiri semakin maju.
"Banyak petilasan Mangkunegaran dan Mataram Islam. Tanah yang sangat berharga, mempunyai nilai historis, filosofis dan pariwisata yang kuat," beber dia.
Bupati Wonogiri Setyo Sukarno menuturkan, Monumen Watu Gilang Nglaroh, Makam Raden Ayu Matah Ati, Tugu Pusaka, Sendang Siwani, dan Rumah Tiban di Bubakan Girimarto adalah sebagian contoh penanda perjuangan Raden Mas Said di Wonogiri.
"Momentum heroik dan bersejarah yang harus diketahui generasi penerus dan dilestarikan sebagai bagian dari menjaga semangat perjuangan, persatuan dan kesatuan," beber dia.
Setyo juga mengatakan, banyak warga yang membutuhkan dokumen atau arsip-arsip sejarah terkait perjuangan rakyat Wonogiri dan terbentuknya Wonogiri yang tersimpan di Pura Mangkunegaran.
Karena itu, bupati memohon agar Mangkunegaran memberikan fasilitas kemudahan untuk mengakses dokumen-dokumen tersebut.
"Ikatan antara Wonogiri dengan Mangkunegaran tentu tidak akan dapat dipisahkan begitu saja. Ini menjadi bagian dari upaya mewariskan pemahaman sejarah dari generasi ke generasi" pungkas Setyo. (al)
Editor : Tri wahyu Cahyono