RADARSOLO.COM - Pemkab Wonogiri mengambil langkah strategis memperkuat benteng pertahanan terhadap ancaman bencana alam.
Bersamaan dengan momentum peringatan Hari Jadi ke-285 Kabupaten Wonogiri, Bupati Setyo Sukarno mengukuhkan Kecamatan Tangguh Bencana (Kencana) di 25 kecamatan se-Kabupaten Wonogiri, Senin (18/5/2026).
Langkah ini menjadi penyempurna sistem mitigasi bencana berbasis wilayah, melengkapi program Desa Tangguh Bencana (Destana) yang sebelumnya telah sukses terbentuk di seluruh wilayah administrasi tingkat bawah.
Pembentukan Kencana didesain sebagai simpul koordinasi taktis yang menjembatani pergerakan para relawan kemanusiaan dengan otoritas birokrasi di tingkat kecamatan.
Kehadiran wadah ini dinilai sangat mendesak mengingat topografi wilayah Kabupaten Wonogiri yang didominasi pegunungan karst dan perbukitan, menjadikannya masuk dalam zona merah rawan bencana hidrometeorologi seperti tanah longsor, angin kencang, hingga kekeringan ekstrem.
Kerawanan wilayah ini bukan sekadar estimasi di atas kertas. Sekretaris Daerah (Sekda) Wonogiri, FX Pranata, membeberkan data kerugian yang cukup mencengangkan sepanjang paruh pertama tahun ini.
Berdasarkan laporan resmi, hingga pertengahan Mei 2026, tercatat sudah terjadi 186 kasus bencana alam di Wonogiri dengan total kerugian finansial yang dialami masyarakat dan infrastruktur publik mencapai lebih dari Rp3,46 miliar.
Peluncuran program mitigasi ini sengaja diintegrasikan dengan upacara kultural hari jadi kabupaten agar esensi kesiapsiagaan dapat diadopsi sebagai gaya hidup masyarakat.
Bupati Setyo Sukarno menginstruksikan kepada seluruh camat untuk tancap gas berkolaborasi dengan organisasi perangkat daerah (OPD) teknis serta mempertebal nilai-nilai kepedulian sosial di wilayahnya masing-masing.
Bupati menegaskan bahwa penanggulangan bencana tidak bisa hanya bertumpu pada apparatus negara semata, melainkan butuh keterlibatan aktif masyarakat.
"Deklarasi Kencana ini bertepatan dengan momentum Hari Jadi Wonogiri ke-285 dengan tema 'Manunggal Sedya'. Tema ini relevan dengan semangat relawan untuk bersatu padu meningkatkan empati dan kepedulian terhadap lingkungan agar terhindar dari ancaman bencana," kata Setyo Sukarno.
Keberhasilan Pemkab Wonogiri dalam mendeklarasikan program Kencana secara serentak di 25 kecamatan mendapat atensi dan apresiasi tinggi dari pemerintah pusat.
Otoritas kementerian menilai komitmen anggaran dan kebijakan politik daerah di Wonogiri dalam urusan kebencanaan layak menjadi percontohan bagi daerah lain di Indonesia yang memiliki karakteristik kerawanan serupa.
Baca Juga: Pasoepati Minta Maaf soal Flare di Manahan, Sebut Aksi Dipicu Ajakan Media Sosial
Analis Kebijakan Ahli Madya Direktorat Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri Evan Fardianto mengatakan, Wonogiri mencatatkan rekor sebagai daerah ke-16 di tingkat nasional yang mengadopsi sistem Kencana. Komitmen vertikal dari tingkat desa (Destana) hingga kecamatan (Kencana) ini dianggap sebagai struktur ideal.
"Pelantikan Kencana Wonogiri ini juga menjadi yang ketiga di Provinsi Jawa Tengah. Kami mengapresiasi komitmen Pemkab Wonogiri dalam memperkuat ketangguhan daerah terhadap bencana," beber Evan Fardianto.
Dengan pengukuhan ini, 25 jajaran camat di Wonogiri kini mengemban tanggung jawab baru sebagai komandan taktis penanggulangan bencana di wilayah hukumnya masing-masing. (al)
Editor : Tri Wahyu Cahyono