Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo Gaya hidup

Kenalkan Konsep Wisata Jalan Kaki, Ajak Peserta Plesiran Sambil Belajar Sejarah di Wonogiri

Iwan Adi Luhung • Jumat, 3 Juli 2026 | 14:12 WIB
Peserta wisata jalan kaki yang diinisiasi komunitas Wonogiri Walking Tour menelusuri tempat-tempat eksotis. (ISTIMEWA)
Peserta wisata jalan kaki yang diinisiasi komunitas Wonogiri Walking Tour menelusuri tempat-tempat eksotis. (ISTIMEWA)

RADARSOLO.COM - Tren wisata alternatif berbasis jalan kaki mulai merambah dan berkembang di Kabupaten Wonogiri.

Melalui inisiasi komunitas Wonogiri Walking Tour, masyarakat dapat mengikuti program perjalanan santai yang tidak sekadar berorientasi pada aspek plesiran semata.

Melainkan juga mengintegrasikan unsur edukasi sejarah dan budaya di berbagai sudut Kota Sukses.

Baca Juga: 70 ASN Solo Digembleng Bahasa Inggris, Siap Layani Wisatawan hingga Tamu Asing

Komunitas pariwisata ini tercatat resmi terbentuk sejak fase awal tahun 2026 yang digawangi oleh empat orang deklarator.

Salah satu motor penggerak komunitas, Yusuf Salsa Aji, juga berperan sebagai pemandu (tour guide).

Dia juga penanggung jawab riset komprehensif mengenai titik-titik lokasi historis yang akan menjadi rute penjelajahan para peserta.

Pihak komunitas menyadari bahwa wilayah Wonogiri menyimpan banyak potensi ruang yang sangat kaya untuk dijelajahi.

Namun pemanfaatannya selama ini dinilai belum berjalan secara maksimal.

Menjawab peluang tersebut, Wonogiri Walking Tour menawarkan paket perjalanan jalan kaki secara berkala dengan ritme intensitas setiap dua pekan sekali.

Baca Juga: Gubernur Luthfi Dukung Rencana Rawa Pening Disulap Jadi Destinasi Wisata Air Unggulan

Agenda perjalanan terbaru dilaksanakan pada Minggu (28/6/2026), yakni di kawasan Gunung Gandul.

Selain menikmati panorama alam, para peserta diajak mencicipi sajian kopi di salah satu kedai lokal yang posisinya berada tidak jauh dari kaki Gunung Gandul.

"Tracking dulu setelah itu ngopi bareng," beber Yusuf.

Sebelum menggarap rute pegunungan, sejumlah titik bernilai sejarah tinggi telah lebih dulu disusuri oleh para peserta.

Salah satu trip yang sukses dilaksanakan adalah menyusuri jejak historis jalur kereta api (spoor) di Wonogiri yang mengambil fokus area di sekitar kawasan Stasiun Wonogiri.

Baca Juga: FSRD UNS Dorong Penguatan Identitas Visual Masjid Agung Surakarta untuk Wisata Religi 

Dalam trip tersebut, para peserta diberikan edukasi mendalam mengenai keberadaan aset-aset milik PT KAI di sekitar stasiun beserta narasi sejarah perkembangan transportasi kereta api di Kota Sukses.

Uniknya, komposisi peminat dari wisata kaki ini tidak melulu didominasi oleh warga lokal Wonogiri.

Banyak di antara peserta yang datang secara khusus dari luar daerah, seperti Kota Solo hingga Kabupaten Sragen untuk bergabung dalam rombongan jalan kaki.

"Pesertanya banyak yang usia 25-40 tahun. Usia produktif. Ternyata peserta ini ingin refreshing setelah bekerja di akhir pekan. Tapi tidak ada teman karena temannya bekerja di wilayah lain. Jadi mendapatkan teman baru," urai Yusuf.

Masyarakat yang berminat bergabung tidak perlu merasa khawatir dengan faktor kelelahan fisik.

Baca Juga: Musim Liburan Tiba, Pasar Gede Solo Jadi Primadona Wisata Kuliner Pelajar dan Mahasiswa

Jarak tempuh untuk setiap sesi perjalanan dirancang relatif terjangkau, yakni hanya berkisar antara dua hingga tiga kilometer per trip dengan kuota peserta dibatasi antara 15 sampai 20 orang demi menjaga kondusivitas.

Mengenai aspek pembiayaan atau tarif keikutsertaan tur, pihak manajemen Wonogiri Walking Tour menerapkan sistem pembayaran sukarela secara terbuka (pay as you wish).

Komunitas membebaskan penuh nominal uang yang akan dibayarkan, di mana hal tersebut didasarkan pada penilaian subjektif pribadi masing-masing peserta setelah merasakan pengalaman dan kualitas pelayanan sepanjang tur berlangsung.

"Pernah yang paling banyak itu Rp 200 ribu untuk satu tur," pungkas Yusuf Salsa Aji. (al)

Editor : Tri Wahyu Cahyono
#wisata jalan kaki #Belajar Sejarah #wonogiri #PLESIRAN