Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Kok Bisa Menu MBG Siswa SD Diganti Biskuit dan Roti Hingga Disebut Camilan Bergizi? Ini Alasan BGN

Syahaamah Fikria • Selasa, 24 Juni 2025 | 02:16 WIB
Menu MBG berisi aneka camilan biskuit dan roti yang dibagikan ke siswa SD selama libur sekolah di Tangsel.
Menu MBG berisi aneka camilan biskuit dan roti yang dibagikan ke siswa SD selama libur sekolah di Tangsel.

RADARSOLO.COM - Pilihan menu program makan bergizi gratis (MBG) di sekolah dasar negeri Tangerang Selatan kembali jadi sorotan tajam dan tuai kritikan publik.

Alih-alih lakukan inovasi menu, melainkan perubahan drastis pada jenis makanan yang dibagikan. Dari yang sebelumnya berupa bahan mentah, kini malah menjadi camilan biskuit, susu, roti, hingga bahan mentah tertentu.

Situasi ini memicu reaksi beragam, terutama dari para orang tua murid yang menilai asupan tersebut belum cukup memenuhi kebutuhan gizi seimbang anak usia sekolah.

Foto-foto yang beredar luas dan jadi viral di media sosial memperlihatkan paket MBG yang berisi biskuit, wafer, minuman sereal, susu UHT, telur burung puyuh, ikan asin, kacang tanah goreng, jeruk, pisang, dan salak.

Menu ini dibagikan kepada siswa selama masa libur sekolah, yang disebut sebagai camilan bergizi.

Lantas, mengapa terjadi perubahan menu ini?

Menanggapi kegaduhan yang muncul, Staf Khusus Badan Gizi Nasional (BGN), Redy Hendra Gunawan menuturkan, perubahan menu MBG menjadi camilan dan bahan mentah merupakan inisiatif dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di daerah Tangerang Selatan.

Redy menjelaskan, SPPG berupaya menyesuaikan program dengan kondisi siswa yang sedang menjalani masa libur sekolah. "Pemilihan menu tersebut merupakan inisiatif dari SPPG di Tangerang Selatan.

"Mereka berupaya tetap memberikan makanan bergizi meski siswa sedang tidak bersekolah. Sehingga dipilih bentuk bahan mentah dan camilan siap konsumsi," jelas Redy.

Ia juga menambahkan, saat ini BGN belum memiliki desain atau kebijakan khusus terkait pemberian makan bergizi gratis selama masa libur sekolah.

Namun, pihak BGN tetap melakukan uji coba untuk memastikan program terus berjalan dan makanan bergizi tetap tersalurkan meskipun kegiatan sekolah tidak aktif.

 

Kualitas Gizi Jadi Perdebatan

Perubahan menu MBG ini menimbulkan perdebatan di kalangan orang tua dan pemerhati gizi.

Mereka khawatir bahwa camilan seperti biskuit dan roti, meskipun praktis, tidak dapat sepenuhnya menggantikan asupan gizi seimbang yang diperoleh dari makanan pokok yang dimasak.

Kekhawatiran akan pemenuhan gizi seimbang bagi anak usia sekolah menjadi isu utama yang disorot.

Meski demikian, BGN memastikan bahwa perubahan menu ini tidak berdampak pada kelompok penerima manfaat lainnya, seperti ibu hamil dan menyusui.

Mereka tetap mendapatkan MBG sesuai standar gizi yang telah ditetapkan, menunjukkan adanya prioritas berbeda dalam penyaluran bantuan gizi. (ria)

 

Editor : Syahaamah Fikria
#camilan #Menu MBG #viral #Mbg #makanan bergizi gratis #BGN