RADARSOLO.COM – Nama pemain dan pelatih selalu menjadi pusat perhatian ketika Timnas Indonesia berlaga. Namun di balik layar, ada sosok yang turut menentukan kualitas persiapan tim melalui analisis mendalam terhadap setiap pertandingan. Peran itu kini dijalani Taufik Nur Hidayat sebagai video analis Timnas Indonesia U-17.
Alumnus salah satu perguruan tinggi di Solo tersebut menjelaskan, tugas video analis jauh lebih luas daripada sekadar merekam jalannya pertandingan. Ia bertanggung jawab mengolah setiap rekaman latihan maupun laga menjadi materi analisis yang digunakan tim pelatih untuk mengevaluasi performa pemain sekaligus menyusun strategi menghadapi lawan.
"Posisi saya yaitu video analis. Saya melakukan analisis baik di pertandingan maupun latihan, secara individu, grup maupun tim. Analisis itu juga dilakukan terhadap tim sendiri maupun tim lawan. Semua laporan dalam bentuk video saya yang menyiapkan," ujar Taufik kepada Jawa Pos Radar Solo.
Baca Juga: Di Balik Kesuksesan Taufik ke Timnas U-17, Ada Kejelian Pelatih Persiharjo Sukoharjo
Menurutnya, setiap potongan video yang disusun memiliki tujuan tertentu. Dari materi tersebut, pelatih dapat melihat detail-detail permainan yang sering luput dari pengamatan di lapangan, mulai dari kesalahan posisi, pola pergerakan, hingga efektivitas taktik yang diterapkan.
Karena itu, pekerjaan seorang video analis justru dimulai setelah pertandingan berakhir. Rekaman pertandingan harus dipilah, dikelompokkan berdasarkan momen penting, lalu disusun menjadi laporan visual yang mudah dipahami oleh pelatih maupun pemain.
"Bukan hanya merekam pertandingan, tetapi bagaimana menyajikan informasi yang benar-benar dibutuhkan tim pelatih untuk proses evaluasi dan perbaikan," jelasnya.
Baca Juga: Persis Solo Langsung Tancap Gas, Ricky Nelson Genjot Fisik Pemain di Latihan Perdana
Taufik mengatakan, profesi video analis tidak bisa dilepaskan dari pemahaman terhadap principle of play atau prinsip-prinsip dasar permainan sepak bola. Seorang analis harus memahami filosofi yang diterapkan pelatih agar hasil analisis selaras dengan kebutuhan tim.
"Untuk bisa menjadi video analis, dimulai dari awal saya masuk dunia kepelatihan dengan mempelajari bagaimana principle of play atau prinsip bermain sepak bola," katanya.
Bekal tersebut membuatnya mampu melihat pertandingan dari sudut pandang berbeda. Bukan sekadar hasil akhir, tetapi juga proses yang melatarbelakangi setiap peluang, gol, maupun kesalahan yang terjadi selama pertandingan.
Meski kini telah dipercaya menjadi bagian dari staf Timnas Indonesia U-17, Taufik mengaku masih terus memperkaya pengetahuan. Menurutnya, profesi video analis di Indonesia masih berkembang sehingga kesempatan belajar harus dicari secara mandiri.
"Saya memperdalam ilmu analisis melalui berbagai workshop karena di Indonesia belum banyak pelatihan resmi mengenai bidang ini," ungkapnya.
Ia pun aktif mengikuti berbagai pelatihan yang digelar komunitas maupun praktisi sepak bola, seperti Lapangbola, Ricky Nelson, hingga Persebaya Future Lab.
"Saya mengikuti workshop dari komunitas analis, termasuk Lapangbola, Ricky Nelson, maupun Persebaya Future Lab," tuturnya.
Baca Juga: Rekap Bursa Transfer Dewa United di Liga 1: Bongkar Skuad Usai Gagal Juara, 11 Pemain Resmi Dilepas
Menurut Taufik, perkembangan teknologi membuat peran video analis semakin vital dalam sepak bola modern. Hampir seluruh keputusan teknis dan taktis kini didukung data serta tayangan video yang telah dianalisis secara mendalam.
Karena itu, ia berharap semakin banyak generasi muda yang tertarik menekuni profesi tersebut. Baginya, sepak bola tidak hanya menawarkan jalan menjadi pemain profesional, tetapi juga membuka banyak peluang berkarier di balik layar.
"Menurut saya, hampir semua orang yang berkecimpung di sepak bola pasti bermimpi menjadi pemain profesional. Tetapi kita juga harus realistis melihat potensi diri dan menentukan bidang yang paling bisa kita maksimalkan," ujarnya.
Taufik menegaskan, setiap orang memiliki kesempatan berkontribusi bagi kemajuan sepak bola Indonesia sesuai keahlian masing-masing. Kesuksesan, menurutnya, tidak selalu diukur dari tampil di lapangan, tetapi juga dari dedikasi menjalankan peran di balik layar.
"Jangan takut bermimpi, jangan takut mencoba, dan jangan pernah berhenti belajar. Apa yang kita lakukan hari ini akan kembali kepada diri kita sendiri. Disiplin dan konsisten adalah kunci," ungkapnya.
"Selalu berbuat baik kepada siapa pun karena kita tidak pernah tahu dari mana rezeki akan datang. Teruslah belajar karena kita bisa belajar dari siapa saja," pungkasnya. (hj/nik)
Editor : Niko auglandy