Edukasi dan Literasi Finansial Perbankan

fery ardi susanto • Dipublikasikan Rabu, 7 Oktober 2026 | 06:30 WIB
Dr. Edy Purwo Saputro, S.E., M.Si., Dosen FEB Universitas Muhammadiyah Surakarta. (Dok. Pribadi)
Dr. Edy Purwo Saputro, S.E., M.Si., Dosen FEB Universitas Muhammadiyah Surakarta. (Dok. Pribadi)

Oleh: Dr. Edy Purwo Saputro, S.E., M.Si., Dosen FEB Universitas Muhammadiyah Surakarta

KEHIDUPAN keseharian tidak terlepas dengan kebutuhan finansial perbankan.

Maka kehadiran perbankan menjadi penyempurna dalam berbagai transaksi.

Selain itu fakta sebagai negara berkembang, masih berkutat dengan fenomena banking minded dan belum maksimal dalam kolaborasi terhadap capital market minded.

Sehingga diperlukan edukasi dan literasi finansial perbankan.

Baca Juga: Buta Warna, Teknologi, dan Pilihan Masa Depan Anak

Argumen mendasar, karena persaingan perbankan semakin ketat, pemenang di era now adalah yang dapat memberikan layanan terbaik kepada nasabah.

Realitas perkembangan finansial perbankan kini semakin berkembang pesat.

Fakta ini didukung regulasi yang semakin menguatkan, juga legalitas hukum yang mendukung pelaksanaannya. 

Selain itu realitas kemajuan aplikasi internet dengan tarif kompetitif dan akses semakin cepat, sangat memungkinkan kelancaran transaksi dalam berbagai layanan perbankan.

Kehadiran smartphone yang semakin multi fungsi, pada dasarnya juga bagian terpenting dari perkembangan layanan modernitas perbankan.

Oleh karena itu, menjadi jamak akhirnya jika realita ini semakin menjadi habit dalam perilaku kehidupan keseharian di masyarakat.

Bukan tidak mungkin fenomena modernitas layanan perbankan tetap harus ada edukasi dan literasi secara berkelanjutan dan sistematis.

BIJAK

Belajar bijak dari urgensi memahami modernitas layanan perbankan, maka pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan melibatkan mitra BikersMu (Bikers Muhammadiyah).

Baca Juga: Mengetuk Langit, Merawat Bumi: Ikhtiar Menghadapi Kemarau Panjang dan Anomali Iklim

Mengacu tantangan masa depan fenomena perbankan, sebagai bagian perkembangan pesat digitalisasi. 

Digitalisasi menjadi peluang dan tantangan modernitas layanan perbankan.

Maka di era now, tuntutan penyediaan modernitas layanan perbankan menjadi penting.

Baca Juga: Ketika Amanah Haji Dipertaruhkan pada Sebuah Seleksi

Sebab tidak hanya meningkatkan kompetensi, tetapi juga daya saing perbankan. 

Selain itu, konsekuensi homogenitas layanan perbankan dituntut dapat memberikan layanan terbaik untuk nasabah. 

Adopsi e-banking era now menjadi salah satu bentuk modernitas layanan perbankan.

Namun, realitasnya masih belum jamak dilakukan di masyarakat.

Selain itu, faktanya nasabah dibedakan menjadi dua, yaitu tipe high tech dan high touch yang keduanya memiliki karakteristik berbeda.

Kegiatan ini melibatkan mitra komunitas BikersMu Chapter Solo, hingga Korwil Jateng sebagai perwakilan nasabah tipe high tech.

Mereka mendapat edukasi dan literasi terkait modernitas layanan perbankan, terutama e-banking.

Baca Juga: Merebut Kembali Intimasi Belajar di Ruang Kelas

Kemudian edukasi dan literasi finansial perbankan diberikan melalui kegiatan narasi, serta visualisasi finansial perbankan. Evaluasi before and after ini penting, untuk mengetahui seberapa efektif kegiatan tersebut.

Kompleksitas dalam memahami modernitas layanan perbankan, tidak terlepas dari pemahaman beberapa aspek. Misalnya kemudahan, kecepatan, kenyamanan, dan bidang risiko.

Semua proses adopsi teknologi harus menjanjikan kemudahan bagi nasabah. Selain itu, semakin cepatnya layanan dari kompleksitas transaksi yang terjadi, maka semakin beragam kebutuhan nasabah saat transaksi.

MEREDUKSI

Fakta yang tidak bisa diabaikan dari semua proses adopsi teknologi, berkaitan erat dengan risiko.

Bagaimana pun juga, risiko pasti ada di balik kemajuan teknologi dan juga proses adopsinya. 

Maka hadirnya regulasi dan legal format sangat penting, sebagai payung hukum bagi nasabah dan perbankan.

Sebab potensi konflik di era modernitas dalam layanan perbankan semakin berkembang, seiring kebutuhan dalam bertransaksi.  

Artinya, semua antisipasi terhadap risiko yang ada memang harus direduksi dan wajib diminimalan.

Padahal, pemahaman tentang risiko ada dua, yakni risiko human error dan technical error. Keduanya harus dicegah, karena berpotensi merugikan nasabah maupun perbankan.

Baca Juga: Ketika Titik Api Terlihat, Pencegahan Jangan Terlambat

Gambaran tentang fakta pentingnya edukasi dan literasi finansial perbankan di era now, secara tidak langsung berkaitan dengan meminimalkan semua risiko.

Sekaligus menyajikan kemudahan, kecepatan dan kenyamanan bertransaksi. 

Tidak bisa dipungkiri bahwa kebutuhan bertraksi terhadap perbankan semakin beragam. Hal ini membutuhkan adopsi teknologi perbankan yang semakin pesat.

Selain itu, realitas dibalik homogenitas layanan perbankan tentu berkaitan dengan era penyediaan layanan yang semakin kompleks kepada nasabah.

Ini penting karena potensi untuk pindah dari nasabah sangatlah besar, dengan janji layanan yang semakin modern. 

Fakta di balik janji layanan inilah yang akhirnya memaksa perbankan untuk bisa menyajikan modernitas layanan semaksimal mungkin. Termasuk tentunya adopsi teknologi terbaru. (*)

Editor : fery ardi susanto
literasi finansial opini dosen ums ums bicara perbankan